Memimpikan Seseorang Yang Kita Sayangi

Kali ini aku ingin menulis tentang sesuatu yang sama sekali tidak ku mengerti apa maksud dan tujuan serta arti dari memimpikan seseorang yang katanya kita sayangi. Yah, aku ingin menulis seperti itu, tapi aku bingung, apakah kata “sayangi” ini bisa untuk digunakan atau tidak, karena aku terkadang sering bertanya, sayang seperti apa yang sebenarnya kita tujukan ke orang yang katanya kita sayang. Aku juga tidak tahu akan hal itu.

Memimpikan Seseorang Yang Kita Sayangi – Jakarta, 4 September 2017

Ada yang pernah menuliskan arti mimpi tentang seseorang yang kita sayangi, dimana kata mereka:

Jika kita memimpikan seseorang yang kita sayangi, katanya kita cinta atau sukalah sama orang tersebut, maka ini adalah refleksi dari apa yang terjadi, apa yang dipikirkan atau apa yang  dinginkan, dalam artian, kita mungkin sering memikirkan orang tersebut, hingga akhirnya orang tersebut hadir dalam mimpi panjang kita.

Terkadang saya bertanya-tanya dalam hati, jika memang seperti demikian, maka bagaimana jika orang yang kita impikan itu memang orang yang kita sukai atau sayangi atau cintai atau apapun tentang itu, akan tetapi di saat yang sama pulang, kita sudah sama sekali tidak memikirkan atau mengingat akan orang tersebut. Terkadang aku bingung dengan hal ini.

Ada juga yang pernah berkata bahwa: “Mimpi hanyalah bunga tidur

Yah, ada yang pernah berkata seperti itu, tapi bunga tidur seperti apa yang seindah mimpi tersebut? bunga tidur yang seperti apa yang membuat kita dapat merasakan bahwa mimpi yang kita  lewati tak hanya lewat begitu saja, karena kita memiliki masa tenggang, masa dimana kita masih bisa merasakan perasaan kita sendiri, jantung berdetaknya sedikit tak beraturan dan kita masih salah tingkah seperti biasa hingga akhirnya kita hanya bisa memilih untuk tetap terdiam.

Yah, hari ini aku memimpikan orang tersebut, aku tidak tahu kenapa, yang jelas aku melihatnya, ia masih seperti dulu dan tak berbeda sedikitpun, dan akupun demikian, ketika berada didekatnya, meskipun itu hanya mimpi, aku masih sama sekali melakukan apa yang biasa aku lakukan, pura-pura tidak lihat, acuh tak acuh, terdiam dan pura-pura cuek atau seolah-olah sama sekali tak peduli. Yah, mungkin seperti itu, dan itulah yang terjadi. Terkadang aku bertanya, kenapa di dunia mimpiku pun, aku masih sombong terhadap orang yang katanya benar-benar aku memiliki perasaan terhadapnya, apakah karena di dunia nyataku pun demikian? Sungguh, aku sama sekali tidak mengetahuinya.

Yah, mungkin seperti itu. Ini hanya sebuah catatan biasa, catatan kebingungan, kenapa hari ini aku memimpikan gadis tersebut? aku sama sekali tidak memikirkan atau mengingatnya lagi, tapi ia hadir dalam mimpiku dan buat aku tetap ingat akan dia. Sungguh, jika bisa dihapus cerita ini dan jika seandainya aku bisa memilih sebuah mimpi, maka aku tak akan mau bermimpi tentang orang tersebut, bukan karena aku membencinya, tidak, karena itu tidak mungkin, aku sayang padanya, lebih tepatnya aku tak ingin lagi terhubung dengannya. Aku mau tetap biarkan aja dia jalani waktunya dan akupun demikian, karena terkadang yang aku tahu dari sebuah ketulisan atau dari sebuah cinta dan sebuah rasa yang disebut sayang ialah:

Terkadang kita berada di suatu waktu, waktu yang membawa kita hingga mempertemukan kita dengan orang yang sama sekali tidak kita kenal, membuat kita dapat tahu dan mengenal orang tersebut dan membuat kita menyayanginya, hingga akhirnya hal yang bisa kita lakukan ketika kita mengatakan bahwa kita menyayangi orang tersebut  atau kita memiliki perasaan kepada orang tersebut ialah kita harus tetap mengabaikan keegoisan kita, kita harus melepasnya dan bila perlu melupakannya, karena yang kita mau ialah orang tersebut mendapatkan yang terbaik, jadi, biarkan ia memilih atau mendapatkan seorang yang lainnya, yang tentu lebih baik daripada diri kita sendiri. Yah, terkadang kita harus bisa menyadari bahwa kita memang tak pantas untuk orang yang katanya kita sayangi, hingga suatu saat nanti atau disetiap menit dan detik yang ada, kita tidak pernah melakukan hal yang katanya akan mengecewakannya.

Yah, mungkin seperti itu catatan hari ini, hari ini cukuplah hari ini, karena besok akan segera datang, kurang lebih 1 jam lewat 8 menit dan akan memasukki tanggal yang baru. Jadi, inilah catatan untuk hari ini, catatan kehidupan, catatan yang pernah terjadi yang mungkin akan terlupakan di lain waktu yang sedikit berbeda, tapi aku dapat membacanya kembali tepat pada waktu dimana aku sudah tidak mengingat hal ini lagi.

Sekian dan salam buat catatan kehidupan ini.